Pembuktianku padamu
Telah kubaca syair syairmu kawan. Tentang keluh kesahmu. Tentang hari-harimu. Kehidupan maupun kematian kupu-kupumu. Yang kau temukan dijalan. Mereka mati dengan meninggalkan sebuah kenangan. Hanya sekali tapi abadi. Kuteringat dulu petuahkmu padaku, saat ku tiada raga tuk merasa setelah terperosok ke dalamnya jurang nista. “Kawan semua hanya rencana. Tiada makna kau berduka, apalagi tetesmatamu itu hanya sia-sia”. Akupun pernah merasakan semua. Anggap saja angin kentut yang tak berguna. Ambilah rasanya jangan baunya. Kini telah kubuktikan semua. Hawa dingin dan panas hanya rasa. Semua tak bermakna
To Voel : hawa takkan ku hirup lagi hanya ku rasa saja