Oleh: andriyvanzole | Februari 10, 2009

pembuktianku padamu

Pembuktianku padamu

Telah kubaca syair syairmu kawan. Tentang keluh kesahmu. Tentang hari-harimu. Kehidupan maupun kematian kupu-kupumu. Yang kau temukan dijalan. Mereka mati dengan meninggalkan sebuah kenangan. Hanya sekali tapi abadi. Kuteringat dulu petuahkmu padaku, saat ku tiada raga tuk merasa setelah terperosok ke dalamnya jurang nista. “Kawan semua hanya rencana. Tiada makna kau berduka, apalagi tetesmatamu itu hanya sia-sia”. Akupun pernah merasakan semua. Anggap saja angin kentut yang tak berguna. Ambilah rasanya jangan baunya. Kini telah kubuktikan semua. Hawa dingin dan panas hanya rasa. Semua tak bermakna

To Voel : hawa takkan ku hirup lagi hanya ku rasa saja


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.