Sebentar lagi senja
Terdiam kita termangu tanpa daya
Disini, diatas alas yang tak terasa
Kau rebahkan penat kepala
Pejamkanlah mata, nikmatilah yang tersisa
Tetes keringat
Tandai purna
Sadarkah kau, baru saja apa
Sadarkah kau masa depan kita
Terpikirkah : kau adalah hawa
Harusnya kau jaga mahkota
Kau berikan tanpa makna
Pikirku kau wanita dewasa
Tak asing dengan logika
Bangunku
“Dik kenakanlah penutup mahkota
Sebentar lagi senja
Cepatlah beranjak, jangan berlamalama
Kita berbaring diatas busa dosa”;