Oleh: andriyvanzole | Februari 13, 2009

Sudah Lama Aku Mendinginkan Dada

isbedi setiawan ZS


Sudah Lama

Aku Mendinginkan Dada

Kau tahu, sudah lama aku mendinginkan dada

di depan lemari es itu. Ini hari, ketika matahari

yang kau tunggu kembali muncul dengan teriknya,

aku sudah diam di depan pintunya. Kutunggu ia

menyambut kedatanganku. Lalu bersalaman, berkata-kata

untuk beberapa jenak. Menyebut-nyebut yang fana dan

abadi: setelah itu kulemparkan batu kerikil ke liang

yang satu jua. Kutunggu lama suara sampainya…

Kau tahu. sudah lama aku berdiri di bukit ini juga,

memandang orang-orang yang turun dari perahu tua-

itu. Lalu berenang untuk berabad-abad…

Dan, kutunggu badai reda. Kucium banjir seperti

aku mengencani Adibah. Sebab, bencana dan bahagia

begitu dekat di bibir kita.

1997


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.