<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Andriyvanzole's Blog</title>
	<atom:link href="http://andriyvanzole.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://andriyvanzole.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Feb 2009 10:42:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='andriyvanzole.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Andriyvanzole's Blog</title>
		<link>http://andriyvanzole.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://andriyvanzole.wordpress.com/osd.xml" title="Andriyvanzole&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://andriyvanzole.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>pernikahan ala gus mus</title>
		<link>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/13/pernikahan-ala-gus-mus/</link>
		<comments>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/13/pernikahan-ala-gus-mus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 10:40:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andriyvanzole</dc:creator>
				<category><![CDATA[esai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andriyvanzole.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Pernikahan Oleh: A. Mustofa Bisri Pernikahan merupakan salah satu sunnah Rasul SAW dan merupakan anjuran agama. Pernikahan yang disebut dalam Quran sebagai miitsaaqun ghaliizh, perjanjian agung, bukanlah sekedar upacara dalam rangka mengikuti tradisi, bukan semata-mata sarana mendapatkan keturunan, dan apalagi hanya sebagai penyaluran libido seksualitas atau pelampiasan nafsu syahwat belaka. Penikahan adalah amanah dan tanggungjawab. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=61&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:center;" align="center"><strong>Pernikahan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;">Oleh<strong>: A. Mustofa Bisri</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Pernikahan merupakan salah satu sunnah Rasul SAW dan merupakan anjuran agama. Pernikahan yang disebut dalam Quran sebagai miitsaaqun ghaliizh, perjanjian agung, bukanlah sekedar upacara dalam rangka mengikuti tradisi, bukan semata-mata sarana mendapatkan keturunan, dan apalagi hanya sebagai penyaluran libido seksualitas atau pelampiasan nafsu syahwat belaka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Penikahan adalah amanah dan tanggungjawab. Bagi pasangan yang masing-masing mempunyai niat tulus untuk membangun mahligai kehidupan bersama dan menyadari bahwa pernikahan ialah tanggungjawab dan amanah, maka pernikahan mereka bisa menjadi sorga. Apalagi, bila keduanya saling menyintai.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Nabi Muhammad SAW telah bersabda yang artinya, “Perhatikanlah baik-baik istri-istri kalian. Mereka di samping kalian ibarat titipan, amanat yang harus kalian jaga. Mereka kalian jemput melalui amanah Allah dan kalimahNya. Maka pergaulilah mereka dengan baik, jangan kalian lalimi, dan penuhilah hak-hak mereka.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Ketika berbicara tentang tanggungjawab kita, Rasulullah SAW antara lain juga menyebutkan bahwa “suami adalah penggembala dalam keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalaannya dan isteri adalah penggembala dalam rumah suaminya dan bertanggungjawab atas gembalaannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Begitulah, laki-laki dan perempuan yang telah diikat atas nama Allah dalam sebuah pernikahan, masing-masing terhadap yang lain mempunyai hak dan kewajiban. Suami wajib memenuhi tanggungjawabnya terhadap keluarga dan anak-anaknya, di antaranya yang terpenting ialah mempergauli mereka dengan baik. Istri dituntut untuk taat kepada suaminya dan mengatur rumah tangganya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Masing-masing dari suami-isteri memikul tanggung jawab bagi keberhasilan perkawinan mereka untuk mendapatkan ridha Tuhan mereka. Apabila masing-masing lebih memperhatikan dan melaksanakan kewajibannya terhadap pasangannya daripada menuntut haknya saja, Insya Allah, keharmonisan dan kebahagian hidup mereka akan lestari sampai Hari Akhir. Sebaliknya, apabila masing-masing hanya melihat haknya sendiri karena merasa memiliki kelebihan atau melihat kekurangan dari yang lain, maka kehidupan mereka akan menjadi beban yang sering kali tak tertahankan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Masing-masing, laki-laki dan perempuan, secara fitri mempunyai kelebihan dan kekurangannnya sendiri-sendiri. Kelebihan-kelebihan itu bukan untuk diperbanggakan atau diperirikan. Kekurangan-kekurang pun bukan untuk diperejekkan atau dibuat merendahkan. Tapi semua itu merupakan peluang bagi kedua pasangan untuk saling melengkapi. Kedua suami-isteri bersama-sama berjuang membangun kehidupan keluarga mereka dengan akhlak yang mulia dan menjaga keselamatan dan keistiqamahannya selalu. Dengan demikian akan terwujudlah kebahagian hakiki di dunia maupun di akhirat kelak, Insya Allah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andriyvanzole.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andriyvanzole.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andriyvanzole.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andriyvanzole.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andriyvanzole.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andriyvanzole.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andriyvanzole.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andriyvanzole.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andriyvanzole.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andriyvanzole.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andriyvanzole.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andriyvanzole.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andriyvanzole.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andriyvanzole.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=61&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/13/pernikahan-ala-gus-mus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6894be4d6b8ff965d0eedc8ca9b293a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andriyvanzole</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sudah Lama Aku Mendinginkan Dada</title>
		<link>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/13/sudah-lama-aku-mendinginkan-dada/</link>
		<comments>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/13/sudah-lama-aku-mendinginkan-dada/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 10:33:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andriyvanzole</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andriyvanzole.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[isbedi setiawan ZS Sudah Lama Aku Mendinginkan Dada Kau tahu, sudah lama aku mendinginkan dada di depan lemari es itu. Ini hari, ketika matahari yang kau tunggu kembali muncul dengan teriknya, aku sudah diam di depan pintunya. Kutunggu ia menyambut kedatanganku. Lalu bersalaman, berkata-kata untuk beberapa jenak. Menyebut-nyebut yang fana dan abadi: setelah itu kulemparkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=58&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><strong><span style="font-family:Verdana;">isbedi setiawan ZS</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><strong><br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><strong><span style="font-family:Verdana;">Sudah Lama</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><strong><span style="font-family:Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"><strong>Aku Mendinginkan Dada</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">Kau tahu, sudah lama aku mendinginkan dada</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">di depan lemari es itu. Ini hari, ketika matahari</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">yang kau tunggu kembali muncul dengan teriknya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">aku sudah diam di depan pintunya. Kutunggu ia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">menyambut kedatanganku. Lalu bersalaman, berkata-kata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">untuk beberapa jenak. Menyebut-nyebut yang fana dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">abadi: setelah itu kulemparkan batu kerikil ke liang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">yang satu jua. Kutunggu lama suara sampainya&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">Kau tahu. sudah lama aku berdiri di bukit ini juga,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">memandang orang-orang yang turun dari perahu tua-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">itu. Lalu berenang untuk berabad-abad&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">Dan, kutunggu badai reda. Kucium banjir seperti</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">aku mengencani Adibah. Sebab, bencana dan bahagia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">begitu dekat di bibir kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">1997</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andriyvanzole.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andriyvanzole.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andriyvanzole.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andriyvanzole.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andriyvanzole.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andriyvanzole.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andriyvanzole.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andriyvanzole.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andriyvanzole.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andriyvanzole.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andriyvanzole.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andriyvanzole.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andriyvanzole.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andriyvanzole.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=58&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/13/sudah-lama-aku-mendinginkan-dada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6894be4d6b8ff965d0eedc8ca9b293a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andriyvanzole</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>harry rusli</title>
		<link>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/13/harry-rusli/</link>
		<comments>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/13/harry-rusli/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 10:05:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andriyvanzole</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andriyvanzole.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Beni R. Budiman Fragmen Pandai Besi Harry Roesli Lubang angin menempa kering batok kelapa sebagai Bara yang nyala. Sebuah per baja menderita dalam Marah yang sempurna. Gubuk bilik hitam pun merah Gerah seperti membangun rumah dari biji keringat Bau resah menyengat. Lalu beberapa palu melagukan Nada pilu bertalu. Bunyi dalam nyanyi pandai besi Yang nyeri. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=54&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><strong><span style="font-family:Verdana;">Beni</span></strong><strong><span style="font-family:Verdana;"> R. Budiman</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><strong><span style="font-family:Verdana;">Fragmen Pandai Besi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><strong><span style="font-family:Verdana;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><strong><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Harry Roesli</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">Lubang angin menempa kering batok kelapa sebagai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">Bara yang nyala. Sebuah per baja menderita dalam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">Marah yang sempurna. Gubuk bilik hitam pun merah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">Gerah seperti membangun rumah dari biji keringat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span>Bau resah menyengat. Lalu beberapa palu melagukan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">Nada pilu bertalu. Bunyi dalam nyanyi pandai besi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">Yang nyeri. Berlari seperti derap kaki gerombolan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">Kavaleri. Musik berisik yang menggoda para paduka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">Dalam tempat yang sendiri para pandai besi seperti</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">Geram yang berjanji. Mata air yang terus meneteskan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">Doa basah pada bukit batu. Cinta yang keras kepala</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">Ombak yang setia memimpikan karang menjelma pedang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 2.4in .0001pt 1in;"><span style="font-family:Verdana;">1996-1997</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andriyvanzole.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andriyvanzole.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andriyvanzole.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andriyvanzole.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andriyvanzole.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andriyvanzole.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andriyvanzole.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andriyvanzole.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andriyvanzole.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andriyvanzole.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andriyvanzole.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andriyvanzole.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andriyvanzole.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andriyvanzole.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=54&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/13/harry-rusli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6894be4d6b8ff965d0eedc8ca9b293a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andriyvanzole</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mayat &#8211; putu wijaya</title>
		<link>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/13/mayat-putu-wijaya/</link>
		<comments>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/13/mayat-putu-wijaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 09:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andriyvanzole</dc:creator>
				<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andriyvanzole.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Horison,  April 2000 Mayat Oleh: Putu Wijaya Mayat itu mengeluh. “Aku yang mati. Aku yang terdera. Aku yang menjadi korban. Aku menderita. Aku yang sudah kesakitan. Aku yang menanggung seluruh kerugian. Aku diberitakan, diperdebatkan, dipergunjing­kan, diselidiki dan dipakai sebagai contoh, sebagai obyek untuk berbagai penyelidikan, analisa-analisa yang menyebabkan banyak orang menjadi terkenal dan kaya. Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=52&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;">Horison,  April 2000</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span><strong><span style="font-size:14pt;font-family:Verdana;">Mayat</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><strong><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Oleh: Putu Wijaya</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu mengeluh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Aku yang mati. Aku yang terdera. Aku yang menjadi korban. Aku menderita. Aku yang sudah kesakitan. Aku yang menanggung seluruh kerugian. Aku diberitakan, diperdebatkan, dipergunjing­kan, diselidiki dan dipakai sebagai contoh, sebagai obyek untuk berbagai penyelidikan, analisa-analisa yang menyebabkan banyak orang menjadi terkenal dan kaya. Aku yang sudah mencetak duit buat banyak orang yang memanfaatkan dengan cerdik seluruh peris­tiwa yang dahsyat ini, sehingga mereka menjadi terkenal, terke­muka, memegang posisi puncak dan akhirnya menang. Tetapi aku sama sekali tak kebagian apa-apa. Aku tetap saja hanya sebuah mayat yang sepi. Yang akhirnya tak lebih penting dari segala manipulasi orang-orang tersebut. Ini sama sekali tidak adil!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ia bangkit dari kebisuan dan kekakuannya dan mulai menyusun protes. Ia menggugat perilaku yang semena-mena tersebut yang jelas sekali memperlihatkan keserakahan manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Peradaban sudah merosot. Kebudayaan tidak lagi membuahbudi­kan keluhuran, tetapi membuat manusia semakin tamak dan tipis rasa kemanusiaannya. Dunia sudah menjadi sebuah pasar besar. Semua orang berdagang. Dan dagang sendiri bukan lagi menjadi ajang tukar-menukar jasa dengan saling menguntungkan, saling bergotong-royong, tetapi sudah menjadi perang siasat untuk menipu dan membuat bangkrut orang lain. Kehidupan sudah rusak. Aku menginginkan ada pencerahan atas kabut hitam yang akan membuat dunia dan kehidupan serta segala manusia isinya ini kiamat kubra,“ kata mayat itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Ia berdiri di pinggir jalan. Lalu mulai mengganggu setiap orang lewat dengan berbagai keluhan, kemudian sindiran-sindiran dan akhirnya menjadi umpatan-umpatan yang terdengar tidak bedanya dengan kutukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Aku yang mati, kamu yang enak. Aku yang kejepit, kamu yang melejit. Kamu semua kelihatan saja menangis, meringis, tapi sebetulnya kamu semua tertawa, kamu terus hidup ngakak. Kematian­ku sudah menghasilkan lebih banyak uang lagi ke dalam bisnismu. Air matamu hanya kelambu untuk menutup segala kebahagiaan dan keuntunganmu menjual berita-berita perih, menciptakan esai-esai, elegi-elegi, balada-balada dan orasi-orasi yang meratapi dan menggugat kematianku. Kamu tidak punya malu lagi mengeruk keun­tungan dari orang yang mati!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu mengetuk pintu sebuah media massa yang mengalami cetak ulang ketika memuat secara lengkap cerita dan foto-foto kematiannya. Para wartawan yang ditemuinya semua menghindar, menutupi hidungnya, mengangkat bahu dan menunjuk atasannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Tanya Bapak, aku kan hanya menjalankan assignment.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sedang atasannya yang paling atas sibuk menunjuk wakilnya supaya meladeni mayat yang cerewet itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Akhirnya sekretaris redaksi, terpaksa membatalkan niatnya untuk pulang lebih dulu. Ia menghadapi mayat itu dengan senyum ramah. Sama-sama wanita, mungkin dapat diselesaikan secara baik-baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Silakan menuliskan semua keberatan Anda terhadap pemberi­taan kami. Kalau memang ada yang salah, meskipun kami sudah sangat berhati-hati, kami bersedia untuk meralatnya untuk kebaha­giaan dan ketenangan Anda di sana,” katanya mempersilahkan mayat itu menumpahkan semua sumpah-serapahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu langsung duduk di depan komputer. Seperti bendun­gan ambrol, ia menembakkan seluruh unek-unek perutnya. Apa saja yang sudah menyakitkan, apa saja yang sudah menyinggung, semua yang tidak adil, seluruh ketidak-benaran, kesalahkaprahan, bahkan yang mungkin akan menyiksanya di kemudian hari, ia beber­kan dengan kata-kata yang tajam dan berbisa. Ia menguras seluruh dendam, luka, prasangka dan kesakitannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Berjam-jam mayat itu mencurahkan segala tuntutannya. Komput­er penuh dengan kata-kata kotor. Dalam uraian mayat itu dunia menjadi pabrik kejahatan yang hanya dihuni oleh bandit-bandit tengik. Moral, susila, tata krama, kepatutan, keluhuran budi apalagi kemanusiaan yang dikibar-kibarkan selama ini, ternyata hanya sebuah koteka, untuk membungkus kebiadaban.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Semuanya busuk,” erang mayat itu. Ia kemudian lebih banyak mengeram-ngeram seperti kata-kata tak mampu lagi menampung sumpah-serapahnya. Akhirnya ia menggigit kursi sampai cabik-cabik, untuk menahan lonjakan perasaannya yang tertampung oleh layar komputer.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sekretaris panik. Tetapi ketika ia mau lari mengadukan itu kepada atasannya, telepon berbunyi. “Biarkan saja, dia memerlukan ventilasi untuk menyalurkan emosinya. Nanti setelah kempes dia kan pergi sendiri.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Tapi kursinya rusak, Pak. Itu kan baru dibeli. Bagaimana kalau dia menghancurkan komputer.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Biar saja. Tapi suruh anak-anak siap untuk menjepret. Ini justru bagus untuk publikasi kita!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sekretaris bengong. Mayat itu berdiri, karena mencabik kursi itu, juga tidak bisa mengurangi tegangan dadanya. Ia lalu menumbukkan kepalanya ke dinding. Sekretaris menutup matanya, lalu lari keluar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu membentur dinding begitu kerasnya sehingga foto-foto di dinding berjatuhan. Di antaranya ada gambar garuda. Moncong garuda itu menancap di atas kepalanya. Mayat itu baru menjadi sedikit tenang. Dengan garuda yang masih bertengger di kepalanya, ia kembali ke kursi. Di situ ia menangis tersedu-sedu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Setelah menangis tersedu-sedu nampaknya sebagian unek-unek tuntutannya berhasil ia lemparkan keluar dari perut, hati dan otaknya. Ia menoleh kembali ke layar komputer dengan lebih san­tai. Seperti balon kempes, ia menggepeng di atas kursi. Nampak begitu lelah namun damai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Penjaga kantor yang tua bangka menghampirinya menanyakan apakah ia memerlukan sesuatu. Minuman panas, air dingin untuk penyegar. Mungkin juga makanan, semacam roti bakar yang masih bisa disamber dari perempatan jalan di malam yang selarut itu. Sekaligus mengingatkan bahwa subuh sebentar lagi akan menyundul di langit timur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu menggelengkan kepalanya. Ia tidak menginginkan apa-apa lagi. Seluruhnya mampetan pikirannya sudah tersalurkan. Kini ia memerlukan sebuah tidur yang panjang. Barangkali sepotong dua potong mimpi yang benar-benar mimpi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Penjaga kantor itu mengerti. Tetapi sebelum pergi meninggal­kan tamu eksklusif yang diwanti-wanti oleh sekretaris supaya diperlakukan ekstra istimewa itu, ia sempat mengerling ke atas layar komputer. Ia berdecak-decak kagum. Seakan-akan ikut menik­mati kepuasan mayat tersebut. Ini menyebabkan kantuk  mayat itu hilang. Ia menoleh pada penjaga malam yang sudah lancang itu dengan mata berkilat-kilat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kamu mengerti?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Ya, saya mengerti sekali.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kamu bisa merasakan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kenapa tidak? Jelas sekali.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Apa kamu menganggap semua ini neko-neko?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Tidak. Itu memang benar.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu menjadi amat girang, menemukan untuk pertama kali­nya, orang yang mampu memahami segala tuntutannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Jadi kamu percaya sekarang betapa tidak adilnya semua ini?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Saya percaya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu mengulurkan tangannya. Penjaga malam itu juga mengulurkan tangannya. Keduanya berjabatan tangan, seperti orang yang mau bersekongkol. Tapi tangan penjaga malam itu dingin seperti beku. Mayat itu terkejut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kenapa tanganmu dingin sekali? Kamu takut?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Tidak.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kamu heran atau kaget karena membaca semua ini?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Tidak.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Lalu kenapa tanganmu lebih dingin dari es?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Ya memang begini keadaannya?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Tapi kenapa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Karena inilah hidup saya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu terkejut. Ia curiga kalau-kalau bukan menghadapi seorang penjaga malam. Siapa tahu itu agen polisi. Paling sedikit mata-mata yang diutus oleh kepala kantor. Tetapi ketika ia meman­dangi mata penjaga itu, ia hampir terpekik. Karena di kedua mata nampak ruang kosong.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Astaga kamu tidak punya mata lagi?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Tidak.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Tapi kenapa kamu masih bisa melihat?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Saya harus bisa melihat meskipun tidak punya mata.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kenapa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Karena itu kewajiban saya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu bergidik. Bulu kuduknya meremang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Apa lagi kewajiban kamu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Semuanya!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu tercengang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kewajiban? Kewajiban apa? Kamu ngomong seperti seorang budak?!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Ya memang.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Apa? Kamu budak?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Betul. Saya budak.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Budak apa? Budak siapa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Budak segala-galanya. Saya budak komplit.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu bingung. Dia berdiri dan memperhatikan penjaga itu lebih cermat. Tak puas hanya melihat, ia lalu menyentuh, kemudian meraba-raba, selanjutnya merogoh tubuh penjaga malam itu. Tiba-tiba ia terpekik ngeri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Wow! Badan kamu seperti tak punya tulang. Daging kamu bo­nyok!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Memang!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Bukan cuma itu, aku jadi curiga, jangan-jangan kamu, maaf boleh aku kobok sekali lagi?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Silakan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu mendekat, lalu ngobok sekali badan penjaga malam itu. Ia terpekik kembali dan meloncat keluar. Matanya sampai tumpah keluar karena takjub.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Ya Tuhan, kamu kok sepertinya tidak punya hati dan juga tidak punya otak.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Memang begitu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Apa? Kamu betul-betul tidak punya perasaan dan pikiran?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Betul.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Edan!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Ya. Jangankan perasaan dan pikiran. Apa pun saya tidak punya. Lihat kemaluan juga tidak ada lagi. Maaf ya&#8230; .”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Penjaga malam itu membuka seluruh pakaiannya. Mayat itu menggigil. Orang itu memang sudah dikebiri total. Seluruh kema­luannya, termasuk kedua biji buah ampulurnya sudah dicomot. Ia tak punya segala-galanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kamu sudah bangkrut sebangkrut-bangkrutnya. Kamu tidak punya apa-apa kamu sudah kalah komplit. Apa kamu bukan manusia?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Saya manusia.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Apa kamu sakti?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Tidak!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Lha kenapa kamu bisa hidup?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Ya begitulah. Saya harus hidup, meskipun tidak punya semua itu lagi.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Tidak mungkin!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Memang tidak mungkin, tetapi apa boleh buat, wong ini harus, kok. Ini kewajiban saya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu berpikir keras. Lalu menggeleng-gelengkan kepala­nya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Siapa sih sebenarnya kamu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Boleh panggil saya siapa saja, saya tidak pilih-pilih nama. Terserah orang, suka manggil saya apa saja, silahkan, saya manut-manut saja.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Itu namanya pasrah. Apa kamu orang Jawa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Penjaga malam itu berpikir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Nah sekarang kamu berpikir!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Bukan begitu. Saya memang telmi, telat mikir.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Coba ceritakan sedikit kehidupan kamu. Gaji kamu berapa sih. Pasti besar sekali karena kewajiban kamu begitu berat. Berapa?” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Tiga puluh.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Tiga puluh juta?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Bukan tiga puluh saja.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Maksud kamu gaji kamu seperak satu hari?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Ya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Gila! Bagaimana kamu bisa hidup hanya dengan gaji begitu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Itu juga dianggap sudah terlalu banyak. Bukan hanya saya yang harus hidup. Istri saya dan sepuluh orang anak saya juga harus hidup.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu ternganga. Ia pelan-pelan duduk kembali. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana seorang yang bergaji  seperak satu hari dengan tanggungan istri dan 10 anak bisa hidup. Pasti penjaga malam itu korupsi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kamu pasti korupsi?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Tidak, Pak. Saya hanya jualan kertas-kertas kantor yang sudah tidak terpakai.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kalau begitu kamu ngobyek!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Terserah, Pak.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kamu korupsi!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Apa itu korupsi, Pak?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Jelas!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Ya sudah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu termenung. Ia lupa pada masalahnya sendiri dan mulai kagum. Memang pada orang kecil sering muncul sifat-sifat luhur yang dahsyat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8220;Kamu luar biasa,&#8221; gumam mayat itu terpesona. “Orang lain sudah mati kalau kondisinya seperti kamu ini.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Memang saya sudah mati.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Ah! Apa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kata saya, saya sudah mati.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kamu sudah mati.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Ya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Jadi kamu ini mayat?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Betul sekali.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Mayat seperti gua ini?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Benar!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Wow! Kalau begitu kita sama dong!” teriak mayat itu kegi­rangan karena merasa mendapat seorang teman secara tiba-tiba, sambil mengulurkan tangannya mau berjabatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Tetapi sekali ini, penjaga malam itu tak menyambut uluran tangannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Ayo salaman, kita sama! Tadinya kukira aku sendirian. Sekarang aku tahu masih ada orang lain. Sedikitnya kita bisa berbagi kemalangan. Ayo salaman!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Penjaga malam itu menggeleng.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Tidak bisa.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kenapa tidak bisa? Kamu tidak mau salaman? Ini hanya ek­spresi bukan kolusi, jangan takut, tidak akan dituntut.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Tidak bisa. Saya tidak bisa salaman. Jangan keliru.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Keliru bagaimana?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Saya bukan mayat seperti situ.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Lho tadi kamu bilang kamu mayat?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Betul.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Tetapi bukan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Betul sekali. Saya memang mayat, tetapi bukan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kenapa bukan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Karena meskipun saya mayat, tempat saya tidak di kuburan. Tetapi di kantor ini.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“O kalau begitu kamu hantu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Apa saya hantu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Ya kamu hantu kalau begitu!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Ya sudah. Boleh juga saya disebut begitu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu berpikir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kamu jangan main-main. Ini bukan waktunya untuk guyonan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Tidak. Sumpah, saya sungguh-sungguh. Boleh saja tidak percaya. Tidak apa. Saya sudah biasa tidak dipercayai. Saya tidak boleh tersinggung atau sakit hati. Dipercaya atau tidak, memang beginilah saya. Saya mayat yang harus hidup. Harus. Saya tidak boleh istirahat. Mati pun saya tetap harus bertugas.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu bengong.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8220;Jadi kamu mayat hidup?&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8220;Ya itu.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8220;Kenapa kamu mau?&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">&#8220;Kalau tidak, siapa yang harus melakukan pekerjaan yang jahanam tidak menguntungkan dan menyakitkan ini. Baik, Pak. Saya tidak boleh bicara terlalu banyak. Mayat kok banyak bicara. Selamat beristirahat, kalau perlu apa-apa jangan ragu-ragu memanggil saya. Saya tidak tidur, mayat kan sudah tidak perlu tidur lagi, saya hanya parkir di situ supaya tidak mengganggu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Penjaga malam itu pasang tabek, lalu berjalan ke sudut yang tadi ditunjuknya, lalu ditangkap oleh gelap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu terpesona.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Ya Tuhan, kalau begitu, kalau begitu, nasibku tidak terlalu jelek. Ada yang lebih jelek. Bahkan aku boleh dikata agak mendin­gan dibandingkan dengan penjaga malam itu,” desis mayat itu. Ia mencuri-curi melirik ke sudut. Remang-remang dalam kegelapan, ia melihat tubuh penjaga malam itu mencair dalam gelap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Kasihan&#8230;”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Penjaga malam itu tiba-tiba keluar dari gelap dengan tergo­poh-gopoh menghampiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“Maaf, memanggil saya, perlu sesuatu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Mayat itu terkejut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">“O tidak, tidak, sudah cukup. Aku tidak perlu apa-apa lagi!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Penjaga malam itu mengangguk, lalu kembali lagi ke tempat­nya. Waktu itu mayat itu merasa malu hati. Diliriknya komputer yang penuh dengan tumpahan tuntutannya. Setelah melihat nasib penjaga malam itu, apa yang dirasanya sebagai kesakitan, seperti tidak ada artinya sama sekali. Ia merasa sudah terlalu cengeng.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya seakan-akan sudah berbuat kekeliruan yang fatal, mayat itu lalu kembali kepada komputernya. Disertai penyesalan penuh, hanya dengan satu gera­kan, ia menyentuh keybord komputer untuk menghapus semua keluh-kesahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Tetapi apa daya, seluruh tulisan di dalam komputer itu sudah diprotek, sama sekali tidak bisa dihapus lagi. Ia abadi.***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.25in;"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">Jakarta, 3 &#8211; 11 – 1997</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andriyvanzole.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andriyvanzole.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andriyvanzole.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andriyvanzole.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andriyvanzole.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andriyvanzole.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andriyvanzole.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andriyvanzole.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andriyvanzole.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andriyvanzole.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andriyvanzole.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andriyvanzole.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andriyvanzole.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andriyvanzole.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=52&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/13/mayat-putu-wijaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6894be4d6b8ff965d0eedc8ca9b293a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andriyvanzole</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>jangan malu-malu</title>
		<link>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/12/jangan-malu-malu/</link>
		<comments>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/12/jangan-malu-malu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 02:37:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andriyvanzole</dc:creator>
				<category><![CDATA[pepiling]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andriyvanzole.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Lucu. Culun. Jadul. Kata apalagi yang pas menggambarkan situasi saat ini. Anak- anak yang lagi ngumpul. Ceritanya sih lagi pada hepi, keterima jadi PNS gitu loh!. Siapa yang ga seneng. Depkeu lagi. Tapi ko muka-mukanya kalo diliatin malah ngisin-ngisini. Kemana-mana saja masih bareng. Makan. Nongkrong di depan tv. Ngenet. Tapi mau ngapain lagi. Kerjaan ga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=30&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">
<div id="attachment_31" class="wp-caption alignleft" style="width: 212px"><img class="size-full wp-image-31" title="muka muka sedikit noda" src="http://andriyvanzole.files.wordpress.com/2009/02/101_6075.jpg?w=202&#038;h=176" alt="liatin nih" width="202" height="176" /><p class="wp-caption-text">liatin nih</p></div>
<p>Lucu. Culun. Jadul. Kata apalagi yang pas menggambarkan situasi saat ini. Anak- anak yang lagi ngumpul. Ceritanya sih lagi pada hepi, keterima jadi PNS gitu loh!. Siapa yang ga seneng. Depkeu lagi. Tapi ko muka-mukanya kalo diliatin malah ngisin-ngisini. Kemana-mana saja masih bareng. Makan. Nongkrong di depan tv. Ngenet. Tapi mau ngapain lagi. Kerjaan ga ada masih orientasi. Seminggu telah berlalu, saatnya kita jalan sendiri. Biar mandiri. Ga ngisin-ngisini. Tak mungkin kita terus-terusan ngrumpi. Apalagi gw kan lelaki. Malu dong ntar dibilang banci. Saatnya kita tentukan langkah menuju impian-impian yang kita punyai. Let’s Go. Don’t look back. Our future is in the front of<span> </span>eye.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Meski jarang lagi berjumpa, jangan kau palingkan muka waktu kita bersua. Tegurlah sapa. Sepakatah dua patah kan cairkan suasana. Kita tak lahir dari rahim yang sama tapi kuanggap kalian seperti saudara. Serasa. Bahagia. Menderita (klo yang ini kayaknya belum pernah).Walau hanya dalam hitungan jari kita reguk nikmat asamnya mulai kerja. Walau hanya berenam yang katanya orang angka sial. Angka setan. Ketidakberuntungan. Jangan kau jadikan patokan. Jadikanlah trigger untuk sulutkan pemacu semangat yang berkobar-kobar. Wuiiih.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">To my bro Dimas” ulah ngelamun gitu cuy”and Fajar” nice guy, kalo lagi take camera smile dong &amp; My Sis April ‘cepril’ biar kurus tapi banyak ngemil, Dewi “neng dedew” narsismu bikin gelo, Masria” inang boru” <span> </span>cuek gokil abis lu! Two thumb up for you. See and put this picture on your mind. Remember kita pernah diwaktu, tempat dan situasi yang sama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>I just can write this for u.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">SEMANGAT !</p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andriyvanzole.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andriyvanzole.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andriyvanzole.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andriyvanzole.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andriyvanzole.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andriyvanzole.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andriyvanzole.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andriyvanzole.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andriyvanzole.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andriyvanzole.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andriyvanzole.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andriyvanzole.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andriyvanzole.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andriyvanzole.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=30&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/12/jangan-malu-malu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6894be4d6b8ff965d0eedc8ca9b293a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andriyvanzole</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://andriyvanzole.files.wordpress.com/2009/02/101_6075.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">muka muka sedikit noda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kataku untukmu</title>
		<link>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/11/23/</link>
		<comments>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/11/23/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 08:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andriyvanzole</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andriyvanzole.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Inilah pesanku Takkan kuungkap lagi siapakah dirimu. Kita lebih baik berjalan sendiri di jalur masing-masing.Ini akan lebih baik bagi kita. Ku sudah menentukan langkah, ini bukan tanpa rencana tapi sudah kupikirkan untuk yang kesekian lama. Sekali lagi bukan hanya sekali ku pikirkan hal ini, dan bukan dalam waktu yang sesingkatnya. Mungkin sudah ribuan kali menggelayuti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=23&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><strong>Inilah pesanku</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Takkan kuungkap lagi siapakah dirimu. Kita lebih baik berjalan sendiri di jalur masing-masing.Ini akan lebih baik bagi kita. Ku sudah menentukan langkah, ini bukan tanpa rencana tapi sudah kupikirkan untuk yang kesekian lama. Sekali lagi bukan hanya sekali ku pikirkan hal ini, dan bukan dalam waktu yang sesingkatnya. Mungkin sudah ribuan kali menggelayuti otakku. Dan tak ingin lagi masalah ini membebaniku. Tak kuat lagi ku memoriku menyimpan file-file wajahmu, keangkuhanmu yang terangkum dalam kenanganku. Bukannya aku tidak tahu, kan tertusuk ulu hatimu, atau rasa malu di keningmu. Sebaliknya kau kan tahu. Tiada kata yang dapat kuucapkan padamu saat ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Perpisahan tidak hanya menyakitkan buatmu. Bagiku menghapus kenangan bersama mengganggu badanku. Badan ini tak akan lengkap tanpamu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Batinku tak kuasa tuk menahan rasa sakit yang kan terus mencubitku. Tapi ini keputusanku. Kau telah sadari apa yang tejadi jika bermain api. Kan tersulut semua jerami yang telah kita atur rapi. Walau kau berhati-hati tetap kan ku cium asap apimu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Kau telah merusakku!.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Kini kau ingin kembali. Maaf aku sudah tak peduli, meski kadang kusesali. Sejuta kata maaf yang keluar dari mulut manismu pun aku tetap tak peduli. Sadarilah coretanmu tinta merahmu tak bisa ku<span> </span>koreksi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Purwokerto, 19 Desember 2008</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andriyvanzole.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andriyvanzole.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andriyvanzole.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andriyvanzole.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andriyvanzole.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andriyvanzole.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andriyvanzole.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andriyvanzole.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andriyvanzole.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andriyvanzole.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andriyvanzole.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andriyvanzole.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andriyvanzole.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andriyvanzole.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=23&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/11/23/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6894be4d6b8ff965d0eedc8ca9b293a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andriyvanzole</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>pembuktianku padamu</title>
		<link>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/10/pembuktianku-padamu/</link>
		<comments>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/10/pembuktianku-padamu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 10:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andriyvanzole</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/10/pembuktianku-padamu/</guid>
		<description><![CDATA[Pembuktianku padamu Telah kubaca syair syairmu kawan. Tentang keluh kesahmu. Tentang hari-harimu. Kehidupan maupun kematian kupu-kupumu. Yang kau temukan dijalan. Mereka mati dengan meninggalkan sebuah kenangan. Hanya sekali tapi abadi. Kuteringat dulu petuahkmu padaku, saat ku tiada raga tuk merasa setelah terperosok ke dalamnya jurang nista. “Kawan semua hanya rencana. Tiada makna kau berduka, apalagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=22&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembuktianku padamu</p>
<p>Telah kubaca syair syairmu kawan. Tentang keluh kesahmu. Tentang hari-harimu. Kehidupan maupun kematian kupu-kupumu. Yang kau temukan dijalan.  Mereka mati dengan meninggalkan sebuah kenangan. Hanya sekali tapi abadi. Kuteringat dulu petuahkmu padaku, saat ku tiada raga tuk merasa setelah terperosok ke dalamnya jurang nista. “Kawan semua hanya rencana. Tiada makna kau berduka, apalagi tetesmatamu itu hanya sia-sia”. Akupun pernah merasakan semua. Anggap saja angin kentut yang tak berguna. Ambilah rasanya jangan baunya. Kini telah kubuktikan semua. Hawa dingin dan panas hanya rasa. Semua tak bermakna</p>
<p>To Voel : hawa takkan ku hirup lagi hanya ku rasa saja</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andriyvanzole.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andriyvanzole.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andriyvanzole.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andriyvanzole.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andriyvanzole.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andriyvanzole.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andriyvanzole.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andriyvanzole.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andriyvanzole.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andriyvanzole.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andriyvanzole.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andriyvanzole.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andriyvanzole.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andriyvanzole.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=22&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/10/pembuktianku-padamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6894be4d6b8ff965d0eedc8ca9b293a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andriyvanzole</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>lazyness in a long day</title>
		<link>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/10/lazyness-in-a-long-day/</link>
		<comments>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/10/lazyness-in-a-long-day/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 09:53:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andriyvanzole</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[andriy van zole]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/10/lazyness-in-a-long-day/</guid>
		<description><![CDATA[Lazyness in a long day hari ini tiada kata yang dapat ku ucapkan padamu. walau hanya tegur sapa atau cuma sedikit lirikanmu hari ini aku ingin sendiri.bukan tuk menyendiri aku hanya ingin sendiri aku bosan dengan segala kemuakan hari hari yang terjadi kemaren aku hanya ingin menyepi. sehari untuk melupakan kerlinganmu<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=21&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lazyness in a long day</p>
<p>hari ini tiada kata yang dapat ku ucapkan padamu. walau hanya tegur sapa atau cuma sedikit lirikanmu<br />
hari ini aku ingin sendiri.bukan tuk  menyendiri<br />
aku hanya ingin sendiri</p>
<p>aku bosan dengan segala kemuakan hari hari yang terjadi kemaren<br />
aku hanya ingin menyepi.<br />
sehari untuk melupakan kerlinganmu</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andriyvanzole.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andriyvanzole.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andriyvanzole.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andriyvanzole.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andriyvanzole.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andriyvanzole.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andriyvanzole.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andriyvanzole.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andriyvanzole.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andriyvanzole.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andriyvanzole.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andriyvanzole.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andriyvanzole.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andriyvanzole.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=21&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/10/lazyness-in-a-long-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6894be4d6b8ff965d0eedc8ca9b293a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andriyvanzole</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sebentar lagi senja</title>
		<link>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/10/sebentar-lagi-senja/</link>
		<comments>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/10/sebentar-lagi-senja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 02:30:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andriyvanzole</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andriyvanzole.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Sebentar lagi senja Terdiam kita termangu tanpa daya Disini, diatas alas yang tak terasa Kau rebahkan penat kepala Pejamkanlah mata, nikmatilah yang tersisa Tetes keringat Tandai purna Sadarkah kau, baru saja apa Sadarkah kau masa depan kita Terpikirkah : kau adalah hawa Harusnya kau jaga mahkota Kau berikan tanpa makna Pikirku kau wanita dewasa Tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=12&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--> <strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">Sebentar lagi senja</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Terdiam kita termangu tanpa daya</p>
<p class="MsoNormal">Disini,<span> </span>diatas alas yang tak terasa</p>
<p class="MsoNormal">Kau rebahkan penat kepala</p>
<p class="MsoNormal">Pejamkanlah mata, nikmatilah yang tersisa</p>
<p class="MsoNormal">Tetes keringat</p>
<p class="MsoNormal">Tandai purna</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Sadarkah kau, baru saja apa</p>
<p class="MsoNormal">Sadarkah kau masa depan kita</p>
<p class="MsoNormal">Terpikirkah : kau adalah hawa</p>
<p class="MsoNormal">Harusnya kau jaga mahkota</p>
<p class="MsoNormal">Kau berikan tanpa makna</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Pikirku kau wanita dewasa</p>
<p class="MsoNormal">Tak asing dengan logika</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Bangunku</p>
<p class="MsoNormal">“Dik kenakanlah penutup mahkota</p>
<p class="MsoNormal">Sebentar lagi senja</p>
<p class="MsoNormal">Cepatlah beranjak, jangan berlamalama</p>
<p class="MsoNormal">Kita berbaring diatas busa dosa”;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andriyvanzole.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andriyvanzole.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andriyvanzole.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andriyvanzole.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andriyvanzole.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andriyvanzole.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andriyvanzole.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andriyvanzole.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andriyvanzole.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andriyvanzole.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andriyvanzole.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andriyvanzole.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andriyvanzole.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andriyvanzole.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=12&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/10/sebentar-lagi-senja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6894be4d6b8ff965d0eedc8ca9b293a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andriyvanzole</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hey,jangan kau silangkan kakimu</title>
		<link>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/10/5/</link>
		<comments>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/10/5/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 00:56:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>andriyvanzole</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andriyvanzole.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[bagiku Kini kau hanya seonggok daging bernyawa walau pernah menerbangkanku ke surga maya dan mengubur dalam bara neraka jangan kau ucap penyesalan percuma sampai tetes airmata kau tahu tak ada lagi ruang kosong dihati ini tuk menyimpan kerinduan akan nafasmu tak ada keluhmu dalam sunyi berlari dan menari sendiri ku mengadu padamu melati ini takkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=5&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>bagiku</strong><br />
Kini<br />
kau hanya seonggok daging bernyawa<br />
walau pernah menerbangkanku ke surga maya<br />
dan mengubur dalam bara neraka</p>
<p>jangan kau ucap penyesalan<br />
percuma sampai tetes airmata<br />
kau tahu<br />
tak ada lagi ruang kosong dihati ini<br />
tuk menyimpan kerinduan akan nafasmu</p>
<p>tak ada keluhmu dalam sunyi<br />
berlari dan menari sendiri</p>
<p><strong>ku mengadu padamu</strong></p>
<p>melati ini takkan mekar lagi<br />
wanginya pun takkan semerbak<br />
menyeruak ke dalam rongga hidung sandarkan kegelisahanku<br />
mungkin tangan ini tak ingin menggegamnya<br />
tak bergerak atau jiwa ini yang tak ingin melepaskanmu<br />
pertentangan yang menggigilkan tubuhku sendiri<br />
sepinya malam mungkin akan lebih menggetarkan<br />
walau lantai ini tak ingin kuhangatkan<br />
sebatang rokok jelas takkan mampu<br />
penuhi ruang kecil dengan baramu<br />
cukup untuk menenangkan bangunku</p>
<p>waktu tak kupungkiri kan melumatku<br />
detik perdetik tapi pasti kan berlalu<br />
setengah lagi perjalanan ini<br />
tak sabar menanti atau takut berhenti<br />
kutengok ke belakang lagi<br />
tiada bekal yang berarti</p>
<p>sujudku pasrah padamu<br />
beri aku waktu tuk kumpulkan bekal sandaranku<br />
kan kuisi pundi-pundi rantangku<br />
tangis mengadu padamu<br />
pada siapa lagi ku tak tahu</p>
<p>sujudku dalam malam ini<br />
ku mengadu hidupku</p>
<p><strong>Oh perutku</strong></p>
<p>Perjalanan ini kan segera sampai<br />
Ujung muara kan ku gapai<br />
Mesti tak tahu letaknya</p>
<p>Aku terkapar melihatku sendiri<br />
Kusadari<br />
Baru kumulai hari<br />
Keterlambatan yang menyesakkan sengal nafas ini</p>
<p>Ku buka saku tak ada lagi atau memang tak ada uang di saku<br />
Bagaimana aku menyumbal perutku besok hari…?</p>
<p><strong>Nak</strong></p>
<p>Ku dengar lagi syair ini<br />
dari suaramu yang fals melengking<br />
menusuk mengorek telingaku<br />
sejauh itukah petuah bagi anakmu<br />
aku memang bukan anakmu<br />
kau juga bukan om..ku<br />
tapi<br />
bagaimana kau tahu<br />
segala trenyuhku pada bapakibuku<br />
sejauh pikiranku tak seperti itu<br />
kau menggugahku<br />
“engkau lelaki kelak sendiri”<br />
kan ku simpan ucapmu ini di otakku</p>
<p><strong><br />
hey cantik</strong></p>
<p>sore itu kita biasa duduk termangu<br />
dipojok sudut ruang tak berpintu<br />
kau terbiasa larut dicandu koneksi antar temanmu<br />
ku pun diam membisu, masih asik dengan sumbing pipimu<br />
lama tak juga terasa<br />
kau silangkan putih kaki, tak peduli dengan pandanganku<br />
kau memang cantik gumamku<br />
hari ini kau memang cantik…<br />
dibalut blus tubuhmu terlihat anggun<br />
menyiratkan aura dewasa kewanitaanmu<br />
membaui sekujur mata siap mengisap sari madumu</p>
<p>seberapa lama kau kan secantik ini<br />
sepuluh tahun lagi kukira, ah aku masih bernafsu tuk memelukmu<br />
lima puluh tahun  mungkin belum ada garis diwajahmu,,ah aku tetap mau<br />
cantik…maukah kau terima pinanganku?<br />
<strong>Jawabku pada matahari</strong></p>
<p>Tak mampu bergerak mata renta<br />
Meski cahyamu silaui peraduan<br />
Wake up its sunny day!<br />
But for what?<br />
Whith who I must spend this day?<br />
I’m lonely. Yeah it lazy day. Boring day in a long day<br />
Oh, I’m sory I forget about Sunday</p>
<p>To Vi : Senyumku pagi ini takkan ku bagi untukmu</p>
<p><strong><br />
Tiga kata padamu</strong><br />
Tak mungkin kuucapkan tiga kata padamu<br />
Ku tahu<br />
Kan tertusuk merah pangkal denyut nafasmu<br />
Tak menganga, arteri atau vena<br />
Muncratkan<br />
Merah daarah malu tiap jengkal ayumu<br />
Merah<br />
Putih<br />
Coklat takkan kau pilih<br />
Tuk ucapkan<br />
No,thank you</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/andriyvanzole.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/andriyvanzole.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/andriyvanzole.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/andriyvanzole.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/andriyvanzole.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/andriyvanzole.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/andriyvanzole.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/andriyvanzole.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/andriyvanzole.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/andriyvanzole.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/andriyvanzole.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/andriyvanzole.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/andriyvanzole.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/andriyvanzole.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=andriyvanzole.wordpress.com&amp;blog=6511365&amp;post=5&amp;subd=andriyvanzole&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andriyvanzole.wordpress.com/2009/02/10/5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6894be4d6b8ff965d0eedc8ca9b293a1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">andriyvanzole</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
